Senin, 26 November 2012

Tugas Bahasa Indonesia (cerpen : sungai)


Judul cerpen: Sungai
1. UNSUR INTRINSIK
Tema: Kesetiaan pada orang yang dicintai “Namun aku yakin bahwa cinta kami tidak akan terpisahkan, bahkan oleh padang pasir”
  Latar:  
-tempat: 
        sungai
        lereng pegunungan
        hutan
        daerah terjal bebatu
        lembah.          
-suasana: tenang, sedih.
-waktu: latar waktu dalam cerpen tersebut tidak ada.
Alur: maju “Sejak muncul di mata air gunung itu, ia sepertinya mengenalku dan tampaknya jatuh cinta padaku. Ia tidak bertepuk sebelah tangan. Tentu aku tidak tau mengapa. Pada hakekatnya ia baik meskipun perangainya suka berubah-ubah, itu menurut penilaian sementara orang. Ia menjalani hidup yang sukar. Begitu muncul dari mata air, ia harus mencari jalanya sendiri, meliuk-liuk, terus bergerak agar tetap dianggap sebagai sungai.”
Tokoh/penokohan:
  •   aku: 
Perhatian: dapat dilihat pada kutipan “Aku diam-diam mencintai kelokan-kelokanya,      yang jika dipandang dari atas seperti lukisan abstrak. Aku diam-diam mengagumi suara riciknya ketika ia bernyanyi menghindari bebatuan, disaksikan.” 
setia: dapat dilihat dari kutipan “ Namun aku yakin bahwa cinta kami tidak akan terpisahkan, bahkan oleh padang pasir”.
  •  sungai:
mudah putus asa: dapat dilihat dari kutipan “ Ia tampak bingung, gamang. Seperti putus asa. Bujukanku tak mempan; aku akan lenyap dan meninggalkanmu, katanya.
gigih: dapat dilihat dari kutipan “Begitu muncul dari mata air, ia harus mencari jalanya sendiri, meliuk-liuk, terus bergerak agar tetap dianggap sebagai sungai.”    

Sudut pandang: orang pertama “ku bersahabat dengan sebuah sungai. Sejak muncul di mata air gunung itu, ia sepertinya mengenalku dan tampaknya jatuh cinta padaku.”
Gaya bahasa: banyak menggunakan kalimat yang memiliki makna tersirat, seperti; 

Tidak kau akan menyusup di bawah samudra pasir itu dan tidak akan lenyap, kataku.

gemuruh suaranya ketika ia harus terjun dari ketinggian ratusan meter-itu mengingatkanku pada beberapa penggal sampak dalam gending Jawa dan simponi Bethoven.
Amanat: belajarlah untuk setia pada cintamu meskipun kau akan menghadapi perpisahan.

“Aku sendiri sebenarnya agak ragu-ragu dan cemas. Namun aku yakin bahwa cinta kami tidak akan terpisahkan, bahkan oleh padang pasir. Kami pun akhirnya tetap harus terpisah meskipun saling mencintai. Katanya ia akan menyusup di bawah samudra pasir itu sementara aku diharapkanya untuk terus melanjutkan perjalananku.
2. Menurut saya cerpen tersebut berasal dai pengalaman pribadi, dimana pengarang ingin menyampaikan mengenai kisah cintanya.




SHAHNAZ RIFTAHANI
XII IPA 3

Lirik Lagu Noah Separuh Aku


Dan terjadi lagi kisah lama yang terulang kembali
Kau terluka lagi dari cinta rumit yang kau jalani
Aku ingin kau merasa kamu mengerti aku mengerti kamu
Aku ingin kau sadari cintamu bukanlah dia
Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku dirimu
Ku ada di sini, pahamilah kau tak pernah sendiri
Karena aku selalu di dekatmu saat engkau terjatuh
Aku ingin kau merasa kamu mengerti aku mengerti kamu
Aku ingin kau pahami cintamu bukanlah dia
Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku dirimu
Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku, menyentuh laramu
Semua lukamu telah menjadi milikku
Karena separuh aku dirimu